Tuesday, September 18, 2012

Ayuh Syabab, bangkitlah!

Sabda Rasulullah saw. أُوْصِيْكُمْ بِالشَّبَابِ خيرًا فإنَّهُمْ أرِقُّ أَفْئِدَةً لقد بعَثنِيَ اللهُ باْلحَنِيْفِيّة السَّمْحة فَحالَفَني الشبابُ و خالَفني الشُّيوخ 

Maksudnya : Aku berwasiat kepada kamu supaya menanggapi pemuda dengan sebaik mungkin kerana sesungguhnya mereka memiliki jiwa yang mudah dibentuk (lembut dan unik). Sesunggguhnya Allah telah mengutusiku dengan ugama yang lurus lagi tolerensi lalu aku telah dibantu kukuh oleh para pemuda sedang orang - orang tua menyanggahiku . 



I was inspired by these writing.*just copy and paste* ayuh syabab, bangkitlah!!

Buka mata hati anda, HAYATILAH setiap bait ayat~





Brother and sisters,
This life is all about making choices,
And it is the job of young people like us to make the world a better place,
Because,
We are powerful beings,
We are perfect linings,
We are diamonds in the rough,
We are free from freedom,
We possess such skill that is so real,
We can go the extra mile carving a smile,
We are the cream of the society,
We are icings on a cake. 

BUT! 

We don't even know we own all these capabilities,
All these credibilities.
What do we know then?
We have been wasting our lives with playing video games,
We have blinded by the selfish kind of love without nothing to gain,
We claim we have no time but isn't weird we can spare time to watch movies?
We always say "I can't, it's impossible", "I'm weak, I can't do nothing" but that is just an excuse not to improve,
We are so immersed in entertainment and yet we say we feel nothing in prayer,
We are like fools we preach rules but don't practice our own.
This is what we own and this is what we know.
But the companions of the prophet,
At the time we say we have no time they say we have no time to waste time,
At the moment we claim "I can't, its impossible" they claim Nothing is impossible.
At young age, they have conquered nations after nations,
Making discoveries after discoveries,
Why the companions of the prophet are so determined in spreading Islam?
Because they know this life is short,
And within this short period of time,
They got to make sure they make history a reality.
Now you tell me,
How many hearts have touched?
How many verses of the Quran have we remembered & practiced?
How many discoveries have we made?
It's time for us to change,
It's time for you and me,
Either we make history,
Or become history.
We are the youth of dignity,
We are the catalyst in society,
We are the agent of change,
We are the youth,
Let's bring Islam back, 
We did it in the past,
Now let's do it again.

Words by Ameen Misran.Video oleh saudara Hilal Asyraf :



WAHAI SYABAB 
KETEKUNANMU MENGOBARKAN CITA-CITA
SEMANGATMU BAK API MARAK MENYALA
KAU PEMUDA HARAPAN
SINAR MENANTIMU DI HADAPAN
BEBASKANLAH PEMUDA
DARI BELENGGU KEJAHILAN
KAU MAMPU MENCIPTA GELOMBANG
AYUH, SYABAB!


*Dipetik dari novel Syabab Musafir Kasih

Kita selalu tertipu dengan USIA dan MASA.Ingatlah,MUDA HANYA SEKALI dan MATI TAK KENAL USIA.Tanya diri anda, APA SUMBANGAN YANG SUDAH AKU LAKUKAN TERHADAP sepanjang usia anda kini? siapa lagi yang nak memperjuangkan Islam kalau bukan anda.yes, I refer to YOU.


CHOOSE THIS
  



INSTEAD OF THIS


Monday, January 2, 2012

Milik siapakah hati ini?


Just imagine that your beating heart and soul can be dissected and pulled out of your body at the moment.....are you able to picture the person who will receive your heart?




........................................................

Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika daging itu baik, maka baik lah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rosak dan kotor, maka kotor dan rosaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah HATI.”(Riwayat Bukhari dan Muslim daripada Nu’man bin Basyir)

Mata manusia sering dibutakan. Hanya menilai manusia dari segi fizikal dan material yang mereka miliki.Ya,itulah sebahagian daripada permainan dunia.

Manusia hanya boleh dinilai melalui hati mereka, bukannya rupa paras luaran mahupun status kekayaan. Tapi malangnya, hati sebenar manusia sukar dinilai seratus peratus kerana ianya tidak dapat dilihat dan tidak dapat ditimbang menggunakan timbangan yang dicipta oleh akal manusia.

Hati manusia adalah untuk penciptanya. Hati dianugerahkan perasaan sayang, agar manusia boleh menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk memupuk perasaan yang cinta kepada pencipta mereka serta makhluk ciptaannya. Ia merupakan satu anugerah, jangan sia-siakannya . Gunakanlah dengan sebaik-baiknya.




Dijadikan indah pada (pandangan) manusia , yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunkecintaan kepada apa-apa yang diinginiia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran, 3:14]
… mereka (orang-orang kafir) mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat,… [An Nahl, 16:107]


Kepada siapakah telahku serahkan hatiku?? Satu persoalan subjektif yang pasti mempunyai seribu satu jawapan jika ditujukan dari seorang individu ke individu yang lain. Allah titipkan hati untuk dipinjamkan dan dijaga. Terpulanglah kepada individu itu sendiri untuk menyerahkannya kepada siapa.



Pernah terdengar berita mengenai kejadian bunuh diri selepas ditinggalkan kekasih? Sudah terlalu kerap rasanya berita sebegitu didengar di dada-dada akhbar, sehingga tidak ada apa yang perlu dihairankan lagi. Dan mengapakah perkara sedemikian berlaku? Jawapannya mudah. 100 % daripada peratusan hati diberikan kepada orang yang disayangi untuk dipercayai untuk menjaga hati mereka. Apabila orang tersebut sudah tiada atau meninggalkan mereka, pastinya tiada lagi pecahan hati yang ditanggalkan buat diri sendiri, sehingga mendorong mereka untuk mengambil tindakan nekad memisahkan nyawa sendiri daripada jasad. Ini merupakan akibat tersalah langkah dalam penyerahan hati.

Ingatlah pemilik hakiki hati; yakni Tuhan yang telah 'meminjamkan' hati kepada manusia sebagai satu amanah di dunia. Terangilah ia, bersihkanlah ia, dan pastikan bahawa ia sentiasa berada dekat dengan sang penciptanya.

Hati mampu memancarkan perasaan cinta, kasih dan sayang yang tidak ternilai harganya. Berikanlah ia kepada mereka yang benar-benar mampu menjaga dan membawa perasaan tersebut ke landasan yang betul untuk menuju ke-arahNya.

Sayang menyayangi merupakan fitrah sebagai seorang manusia. Gunakanlah hati untuk mengukir perasaan kasih dan sayang.Pastikan bahawa ianya mengikut landasan yang telah ditetapkan oleh Allah. Hanya dengan itulah perasaan tersebut dapat berkekalan hingga ke akhirnya.

Nilai sesebuah hati itu terletak kepada pemiliknya. Jika nilai sesebuah hati itu diletakkan semahal mutiara yang terbenam beribu-ribu batu di dasar lautan, pasti ianya akan dijaga dengan sebaik-baiknya agar tidak tercalar. Pasti hati yang tidak ternilai harganya itu diberikan kepada mereka yang dirasakan benar-benar layak sahaja.

Anatomically, our heart is made up of more than one layers. There's epicardium, the outer layer which is made up of squamous epithelial cell. There's myocardium, which makes the largest portion of the heart's wall. There's endocardium, the heart innermost layer. There's another layer which covers the heart; the pericardium. And the pericardium can be divided into 2 more layers; the parietal and visceral layer......that is what I've learnt during anatomy lesson.
That shows how tough how heart is; it is made of layers after layers to  form a complex, membranous structure that so powerful that it can control the blood in the circulatory system of human. However, any blockage would also likely to happen. Even a small blockage in the coronary artery can be fatal.

This ideology shows that how strong our heart seems to be from the outside, it is actually very weak from the inside. A single wrong step  in our life can actually lead to the blockage of the heart, which will drive a person to another path that will eventually cause a complete damage. Get a "treatment" for the heart from the right "doctor", instead of giving the heart to a person that will eventually break it into smaller pieces.

Our heart is the ultimate source of love. Spread the love to and use it to find happiness. Not only the temporary happiness in the dunya, but also in the Life Hereafter.







"Aku tertawa kepada orang yang mengejar cinta dunia padahal kematian terus mengejarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar separug mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhan ridha atau murka kepadanya."

Sunday, January 1, 2012

Di sebalik angka 19

Selamat tahun baru...Sedar tak sedar, umurku sudah mencecah 19 tahun. Ya, 19 TAHUN..adakah ia sebenarnya angka yang besar? Adakah 19 tahun itu merupakan satu jangka masa yang lama?



Sebenarnya, aku sendiri tak tahu sama apakah tujuan post ini..hanya sekadar ingin meluahkan perasaan atau sekadar mengisi kekosongan malam tatkala sukar untuk melelapkan mata. Hmmm, mungkin rasanya disebabkan ingin mengisi masa sementara menunggu masa untuk rasa mengantuk menguasai diri...

Tatkala memerhatikan cermin di hadapan, satu wajah ditatapi...wajahku yang pada 1/1/2012 ini yang  kini sudah mencecah 19 tahun....19 merupakan angka yang besar sebenarnya, kerana sememangnya mustahil untuk kita menjangkakan hidup di dunia yang sementara ini...

Mohd Jamil Yaacob dan Hasmah bt Hj. Mat Ajam. Dua nama yang berdiri teguh di sebalik diriku yang menjangkau usia 19 tahun. Dua insan yang di mana tanpa mereka, aku tidak mungkin akan berdiri di tempat aku berada sekarang. Dua manusia yang paling banyak menaburkan jasa-jasa terhadap diriku, dari saat pertama aku melihat dunia sehingga sekarang.

Terlalu susah rasanya untuk meluahkan perasaan sebenar aku terhadap mereka. CINTA?? Mungkin lebih daripada itu. Tiada perkataan yang sesuai dalam diari hidupku untuk digunakan...SAYANG? tidak cukup rasanya untuk perkataan ‘sayang’ itu digunakan untuk membalas jasa-jasa yang telah mereka curahkan. Kerana aku sayangkan mereka lebih dari segala-galanya.  Segala-galanya termasuk diriku.

Alhamdulillah. Aku hanya mampu bersyukur kerana diberi kesempatan untuk dijaga oleh mereka oleh Allah. Terima kasih kerana engkau kirimkan mereka sebagai ibubapaku. Peliharalah mereka, lindungilah mereka dan masukkalah mereka dalam kalangan orang-orang yang beriman, ya Allah.

Tiada kesusahan dan dilimpahi dengan kasih sayang. Dua nikmat besar yang Allah kurniakan  kepadaku melalui mereka. Sekali lagi aku bersyukur ke-hadrat illahi di atas segala-galanya. Aku sedar tatkala sesetengah daripada kita dilahirkan tanpa ibubapa. Ada juga yang mempunyai keluarga yang bercerai-berai. Ada juga yang mempunyai kedua-duanya, tetapi tidak dapat merasai apa ertinya ‘kasih sayang’. Ada daripada mereka yang dilahirkan dalam kesempitan hidup dan kesusahan untuk mencari makanan hampir setiap hari. Namun, boleh dikatakan aku mempunyai hampir segala-galanya. Tidak pernah merasai erti peritnya hidup. Tidak pernah merasai bagaimana rasnya kelaparan kerana tidak mampu membeli sesuap nasi. Tidak pernah tahu bagaimana susahnya segelintir orang di luar sana mencari nafkah untuk memastikan mereka tidak kebuluran pada hari-hari mendatang.

Tidak terhitung banyaknya jika difikirkan kembali pengorbanan mereka. Mohd Jamil Yaacob, you had been my idol ever since I was small... You had given me the most delicious delicacies to eat, the best dress to wear, the best shelter to live in, and also the best of education, which takes me to the point where I am standing right now.  Hasmah bt Hj. Mat Ajam ; I’ll forever be like a little toddler who tries to learn how to walk for the first time. I need you to watch my steps, cause I don’t know where does my feet gonna take me to. Please teach me how to walk, cause I don’t know how to go through this life properly. Please hold my hands tightly, cause I might fell down one day .Please guide me and keep your eyes closely on me, cause I might choose the wrong path. Just please stay by my side till end.


I will always try my BEST to be the BEST daughter for both of you.


.........................................

19 merupakan jumlah angka yang besar.
Usia meningkat. Masa semakin suntuk.
Semakin suntuk untuk mencari apa itu erti hidup.
Semakin suntuk untuk mencari ilmu dan memperbaiki diri.
Semakin suntuk untuk menghargai semua orang yang kita sayangi.
Semakin suntuk untuk meningkatkan iman dan memperbanyakkan ibadat.
Semakin suntuk untuk mengejar cintaNya.

*Peluang untuk hidup hanya sekali. Nak 'enjoy' dengan hiburan atau duit yang dimiliki, atau bercintan-cintun segala bagai untuk mencari keseronokan, ingatlah,  "Ajal" is too near to be prodigally wasted on the mundanes.